Rabu, 09 Juli 2014

Sajak Media

Media ikut andil dalam penggiringan opini
Peran memberi informasi bergeser menjadi sebuah ajang jual beli
Ketika ini menjadi komoditas, jangan harap menjadi cerdas karena bisnis semakin cadas
Siapa terkenal, siapa tumbal, akan dibuat dengan kontrak nominal
Warna putih akan disulap sepekat aspal
Ingin terlihat baik, sobek kertas secarik, buat angka menarik, dan silakan tarik
Semiotika hingga persuasi diolah sebagai pemuas manusia berdasi
Mari berikhtiar, mari bersabar
Mari sadar akan penyeragaman bawah sadar
Mari bakar akar pembuat makar
dan Lepaskan otak dari sangkar media kaisar

Ashdaq Fillah. Semarang, 08 Juni 2014 


Kamis, 26 Juni 2014

Apakah Iya?

Calon Pemimpin. 50.000 x (n) + Janji = Modal
Pemimpin. ((5x12) x (gaji = lain-lain) - (50.000 x (n) + Janji) = Penghasilan Bersih
jika ((5x12) x gaji - modal > (50.000 x (n) + Janji) = ?
jika ((5x12) x gaji - modal < (50.000 x (n) + Janji) = ?
jika ((5x12) x gaji - modal = (50.000 x (n) + Janji) = ?

Aro Genji, 27/06/2014

aku

banyak banget hal yang pengen aku tulis tentang 'aku'. termasuk bagaimana aku menjalani kehidupanku sebagai 'aku'. namun kali ini aku pengen bercerita perihal bagaimana pemikiranku.
nggak banyak sih yang dapat aku ingat mengenai 'aku' saat sma, karena memang untuk hal-hal terkait pemikiran yang aku pikirkan dulu sewaktu sma membuat aku berkata 'oh, ternyata aku' saat aku menjadi mahasiswa. entah karena faktor lingkungan yang membuat aku bisa mengembangkan diri karena semakin banyak melihat beragamnya pikiran-pikiran, atau memang menjadi mahasiswa akhirnya aku bisa mengembangkan pikiranku, entahlah, yang pasti 'aku' saat ini semakin aku nikmati karena pemikiranku. aku sewaktu 'aku' SMA hanya bisa menyesal karena perkataan 'oh, ternyata aku' selalu saja menghantui bak bayangan di terangnya cahaya. ini terbentuk ketika aku mulai ikut berkecimpung dalam organisasi intra kampus. hal yang sejak SMA memang yang aku ingini. sebenarnya dengan pola pemikiranku yang semakin berkembang ini, aku ingin merubah apa yang dulu tak terfikirkan oleh 'aku' sebelum menjadi mahasiswa. memang benar, hal itu dapat dimaklumi sebagai ketidaktahuanku akan harusnya pemikiranku dapat berkembang sejak dulu, aku juga tak menyalahkan 'aku' pada saat itu, namun aku ingin memperbaiki pemikiranku pada saat itu entah dengan cara apapun. iya, terkadang dengan hal seperti ini, aku memaksakan 'aku' untuk segera bertindak melakukan apa yang aku sebut sebagai keterlambatan 'aku' berfikir bahwa 'aku' seharusnya bisa melakukannya sejak dahulu. aku semakin egois tanpa peduli bahwa 'aku' pun ternyata sudah berkembang. aku tak peduli bagaimana ketika aku melakukannya, 'aku' hanya akan membuat itu semakin terasa memaksa karena hal diluar pemikiranku pun berkembang. aku yang seperti 'aku' sekarang berkilah bahwa tidak semua hal mengetahui bahwa seharusnya 'hal' itu berkembang dan ini menjadi pembenaranku terhadap 'aku'.

4.44 27/06/2014
Aro Genji

Minggu, 08 Juni 2014

NYENGIR

NYENGIR
temenku yg satu dukung jokowi, yang satu lagi dukung prabowo. sebenarnya sih mereka nggak ada niat untuk berdebat ato gimana, lha wong lagi asik ngobrol biasa ttg kampus, eh karena obrolannya agak nyrempet soal pemilu akhirnya mereka terlibat perdebatan sengit dengan argumen-argumen yg dilontarkan dengan agak retoris khas mahasiswa. aku sih nyengir aja lihatnya, karena emang aku nggak berminat buat debat/diskusi masalah gituan. singkat cerita,mereka akhirnya selesai dengan mungkin menahan rasa kesal terlihat dari wajah yg memerah. tapi satu yang aku mencoba menerjemahkan dari ekspresi mereka berdua yang kadang terlihat kesal, dan sedikit ada ekspresi meremehkan satu sama lain yaitu mereka berdua saling mengangga bahwa data yg mereka gunakan utk debat tadi masih kurang lengkap ato dengan kata lain, mereka saling menyuruh untuk belajar lagi tentang politik dan pengetahuan tentang calon yang mereka dukung.untungnya debat itu nggak sampe menimbulkan pertikaian diantara mereka berdua (bahasaku sedikit lebay, hehe). sekali lagi aku nyengir melihat mereka berdua.
santai genk, mereka(prabowo & jokowi) orang indonesia, dan kita pun orang indonesia,,podo sedulure. damai dan saling menghormati mungkin jauh lebih baik dari sekadar debat yang nggak ada juntrungannya. nggak ada standartnya juga orang dikatakan bener-bener faham akan politik dan pengetahuan tentang calon presiden itu. yang penting buat ntar pas waktu pemilu, kita paling nggak punya pengetahuan tentang siapa calon pemimpin kita, jadi jangan jadi pemilih yang bodoh.
#arogenji
#mahasiswadilarangtidakcerdas
#pemilihcerdas


Selasa, 20 Mei 2014

skrip sweet part 2

siang ini. aku bimbingan di ruang dosen. aku nunggu mulai pukul 10. emang banyak sih temennya yang nunggu, tapi ya yang namanya nunggu gimana lagi genk.,.nggak enak pasti., apalagi kalo nunggunya bareng adek angkatan yang jumlah bab skripsinya udah lebih banyakan dia daripada kita, kata orang jaman sekarang sih nusuk banget. tapi gapapalh., tetap staycool genk. masa iya sih senior kalah sama junior. hahaha
pukul 11 tepat, dosen pembimbingku akhirnya dateng. dengan raut muka yang udah capet, kelihatan sih dari bedaknya yang udah luntur kena keringat, beliau mempersilakan duduk dan akhirnya aku bimbingan. semua berjalan biasa sih, tapi nggak lama setelah mulai bimbingan. dosen disekitar meja dosbingku ngobrolin tentang politik. wah, keren nih, ternyata mereka juga tahu tentang politik. kirain cuma tahu buku sama mahasiswa mana yang kece. biasalah namanya juga dosen, apalagi cowok, setua apapun, mata juga bisa lihatlah mana mahasiswa yang kece sama yang kurang kece. haha
"iya buk, prabowo itu anak emasnya suharto, apalagi latarbelakang dia sebagai orang militer, pasti ntar pemerintahannya diktator", kata dosen cewek yang baru masuk ruangan mungkin abis ada kelas. nah ada dosen terlihat kalem dengan halus menimpali. "janganlah, semoga nggak prabowo yang jadi".
dosen pembimbingku nggak ketinggalan larut dalam obrolan itu, malahan pendapatnya tentang capres ikut menambah obrolan semakin seru. walaupun pas saat itu lagi bimbing skripsiku. yaa aku sih cuma senyum-senyum aja.
obrolan itu berlangsung lama, adalah sekitar 20 menitan. yang paling aku suka genk, dosenku bahasa arab cewek dengan gaya cueknya ngomong lantang kayak gini. "hallah, seng penting ki rakyat makmur, terserah siapa aja yang diatas, siapa yang jadi presidennya". ketawa riang dan rauk muka para dosen mengiyakan pendapat dari dosenku itu sekaligus menutup perbincangan singkat mereka tentang politik lebih tepatnya pilpres.

Aro Genji

Kamis, 01 Mei 2014

skrip sweet part 1

lama banget nggak nulis. biasa nih, lagi sibuk ngerjain skripsi. tapi nggak tiap hari sih, takut nggak muat ntar topiku gara-gara ukuran kepala tambah gede. ya...mungkin emang lagi males nulis aja trus kebetulan ada yang bisa disalahin yaitu skripsi.hehe
tapi aku belajar banyak hal dari ngerjain skripsi ini. perlu kalian ketahui, aku sekarang udah semester 10, tapi kalo diitung-itung sih cuma 9 semester karena waktu semester 8, aku cuti. ya biar kayak mahasiswa sibuk gitu pake cuti segala, tapi sebenarnya sih emang lagi males aja mau beranjak ketingkat skripsi yang banyak mahasiswa bilang skripshit.
pelajaran itu banyak banget seiring aku ngerjain skripsi, mulai dari nungguin dosen berjam-jam. ini serius genk. aku pernah nungguin dosen buat bimbingan itu dari jam tujuh pagi, baru ketemu dosennya jam sebelas, itu pun cuma ngasih tau kalo bimbingannya ntar aja jam satu. tapi karena emang udah niat sih mau gimana lagi, tetep sabar. aku juga mulai kenal apa itu psikologi karena emang skripsiku nyinggung-nyinggung soal gituan. gimana enggak, aku buat buku untuk anak tk dan itu otomatis mulai dari cover, tebal buku, font, warna, posisi gambar, dan tematik itu semua harus disesuaikan dengan umur dan psikologi anak. ya paling nggak tau lah gimana mbohongin anak biar dia mau nurut sama kita tapi ada muatan pelajarannya. weits,,keren nggak tuh.,.haha
pokoknya banyak banget lah pelajaran yang aku dapetin dari ngerjain skripsi,, ntar lain kali tak sambung lagi. tiba-tiba mood buat nulisnya keganggu sama emen yang ngajak maen remi. oke genk.

Aro Genji

Kamis, 26 Desember 2013

AKU MENULIS

Aku Menulis
Aku menulis karena ingin menceritakan kejadian yang telah aku lihat walaupun kejadian itu tak penting buatku. Jujur, aku terkadang melebihkan tulisanku dari kejadian yang sebenarnya, namun banyak pula yang memang kutulis dengan apa adanya.
Aku menulis karena aku tak bisa menggambar dengan baik.
Aku menulis karena takut ngomongnya.
Aku menulis karena ingin mengungkapkan rasa apapun itu yang ada di hati. Namun tidak untuk kisah asmara dan hal-hal yang bersifat pribadi seperti keluarga. aku menulis seperti perasaan kebanggaan, sedih, tapi biasanya kekecewaan.
Aku menulis untuk menyindir.
Aku sering menulis hanya beberapa kalimat saja karena memang yang terlintas dipikanku cuma itu. Itu biasa kulakukan untuk menulis status di facebook.
Aku sering kurang percaya diri karena setiap selesai menulis baru aku sadari kalau tulisanku ternyata ‘wagu’. Aku suka dikritik untuk tulisanku namun cukup aku mengetahui kekurangannya saja dan tak untuk mengubah tulisanku itu. mungkin untuk tulisan selanjutnya baru aku memperhatikan saran dan kritik pada tulisanku.
Aku menulis karena membaca beberapa tulisan dan oleh karenanya aku bisa menulis. Jadi tidak semua tulisanku muncul dari pikiran asliku.
Ya, aku menulis karena aku ingin menulis. Ketika sedang tak ingin menulis ya aku tak mampu menulis.
Seperti saat ini, aku menulis ‘akumenulis’ karena memang aku ingin menulis ini. Ide ini muncul Cuma karena aku melihat salah satu folder yang ada di local disc D namanya ‘tulisanku’.

Aro Genji