Senin, 25 November 2013

Aku Menyayangimu Karena Kau Manusia #GusMus (Simbah Kakung)

Aku menyayangimu karena kau manusia 
Tapi kalau kau sewenang wenang kepada manusia
Aku akan menentangmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau memerangi manusia
Aku akan mengutukmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan
Aku akan melawanmu
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia


Senin, 02 September 2013

Mahasiswa Sinting

Setiap hari melihat banyak orang yang bergerak mencari uang untuk kelangsungan hidup. Memang tidak bisa dipungkiri uang adalah segalanya karena mereka berfikir logis, hanya orang yang sinting menganggap uang bukan segalanya. Orang sinting yang mempunyai kepercayaan tinggi untuk menomor sekiankan uang. Lalu aku harus mengikuti yang siapa?
Mungkin karena uang sebagai syarat untuk kelangsungan hiduplah yang menjadi alasan mengapa banyak kekacauan sosial yang terjadi disekitar kita. Hilang semua kepedulian terhadap sesama dan bahkan orang menjadi berfikiran pendek untuk masa depannya. Ya, hanya masa depannya. Lalu aku sebagai mahasiswa bolehkah berfikiran seperti itu? bagaimana meyakinkan diriku sendiri tentang aku adalah bagian dari orang yang bisa menyelesaikan masalah itu? dan siapa yang akan peduli terhadap masa depan kita?
Fase mahasiswa adalah fase yang menjengkelkan buatku. Banyak mimpi yang kuingin gapai dan baru muncul ketika menjadi mahasiswa, namun tidak sedikit pula yang lalu mengabaikan mimpi itu setelah tidak lagi menjadi mahasiswa. Contoh kecil saja koruptor negeri ini. Dulu mereka mahasiswa yang menghabiskan waktu dan suara mereka untuk berteriak menyerukan anti korupsi dan berangan akan membumihanguskan koruptor tapi nyatanya sekarang dia menjadi koruptor.
Memang tidak semua mahasiswa munafik seperti itu. banyak juga kog yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama pembangganya dan masih bisa ikut berkontribusi dengan ilmu yang ia dapatkan.
Sekali lagi aku harus seperti apa?bukankah kontribusi tidak hanya lewat bidang akademik saja? Mengapa semua harus diarahkan ke bidang akademik? Bukankah ilmu itu luas? Atau memang harus dibatasi dengan nilai dan angka saja.
Apakah kita mesti mengikuti alur yaitu mencari uang dulu yang banyak, layakkan hidup kita, baru berkontribusi dengan apa yang kita punya? Lalu, mengapa kita harus melewati fase menjadi mahasiswa dulu?
Malahan aku menjadi sinting sendiri memikirkan hal ini. Muncul ide gila. Jika saja orang yang semakin peduli dengan sesama, semakin banyak pula uang yang ia dapat. Hahaha
Bagaimana sistem dan penerapannya, mari menjadi orang sinting dan percaya dulu. Nanti akan terwujud entah dengan cara yang bagaimana. hahaha

#aro genji

Sabtu, 29 Juni 2013

Surat Untuk JRX

Surat untuk JRX
Salam damai untuk kita semua
Alangkah indahnya ketika semua manusia bisa saling hidup berdampingan walau berbeda.
Saya salah satu fans dari superman is dead namun tidak tergabung dalam outsiders manapun. Saya mengagumi karya-karya dari SID sejak SMP sampai sekarang saya kuliah. Pun sikap anda(jrx) terhadap semangat konservasi lingkungan. Terus terang saya mendukung pergerakan-pergerakan anda terhadap konservasi lingkungan dan itu sedikit banyak membantu menyadarkan saya untuk semakin menghargai alam demi kehidupan kita kedepan.
Melalui video klip SID yang baru saja dirilis, kesan pertama ketika melihat video klip tersebut adalah MERINDING dan HEBAT. Hal itu semakin meningkatkan kecintaan saya terhadap SID yang membawa pesan positif dalam video tersebut. Kecintaan terhadap tanah air, pesona indonesia yang begitu indah dengan kekayaan alam di dalamnya, toleransi antar umat beragama, dan kekuatan kebersamaan adalah pesan yang bisa saya tangkap setelah melihat video klip “JADILAH LEGENDA”.
Setelah beberapa hari video klip yang mebawa pesan kebaikan itu dirilis, anda(jrx) berkicau di sosial media(twitter) mengenai sikap toleransi antar umat beragama di indonesia. Saya selalu tersenyum melihat tanggapan dari followers anda yang anda pun menanggapinya. Sejak saya punya twitter, saya pun menjadi followers anda dan memang selalu mengikuti tulisan-tulisan anda. Sejak saat itu juga saya yakin bahwa admin dari akun anda adalah anda sendiri. Adalah sah ketika orang mempertahankan pendapatnya masing-masing. Perbedaan tanggapan baik pro maupun kontra terhadap tulisan anda membuktikan bahwa manusia itu berfikir.
Dalam hal ini, tulisan anda mengenai toleransi antar umat beragama menjadi point yang ingin anda sampaikan mengundang reaksi yang berlebih karena terlalu fulgar penyampaianya (saya menilainya itu sebuah kejujuran). Berat memang menjadi figur yang dikenal apalagi anda melalui karya-karya anda(sid) membawa pesan yang tentunya bukan hanya sekadar pesan yang dibawa penyampai pesan. Pesan dari karya anda(sid) saya yakin anda implementasikan dalam kehidupan anda.
Mengenai toleransi antar umat beragama alangkah lebik bijaknya kita sama-sama belajar mengenai pengertian toleransi. Mengenai bagaimana cara orang itu beribadah kepada Tuhannya dan apa esensi dari ibadah tersebut biarlah menjadi hal intim antara makhluk dan Tuhan. Setiap ibadah yang dilakukan umat beragama mempunyai arti sendiri dan hanya mereka yang tahu karena belajar dari agama mereka sendiri.
Kicauan anda di twitter saya anggap hanyalah dinamika kehidupan beragama di indonesia yang kita tahu belum sepenuhnya menjadi harmoni yang indah. Namun kita akan terus berusaha untuk menuju hal tersebut.
Semoga kita dapat bersama-sama  menciptakan kehidupan beragama yang harmonis dengan cara kita masing-masing tanpa memperlebar jarak dengan saling menghujat atau merendahkan.
Perbedaan itu indah.
Saya tunggu karya-karya anda jrx(sid) berikut pergerakan-pergerakan terhadap konservasi lingkungan.

#arogenji

Jumat, 28 Juni 2013

Kembalilah Guruku

Kembalilah guruku
Ini adalah kejujuran tanpa ada sekat antara dusta dan kebenaran
Apa yang terjadi sekarang, tak ada yang mau bertanggung jawab
Bukankah guru adalah seorang pendidik ? siapa kau yang akan menjawab
Salahkah aku bertanya demikian.
Setahuku, Guru adalah pendidik. Yang takut tidur sebelum mengalahkan kebodohan, meluruskan moral dan mengentaskan keterbelakangan
Setahuku guru adalah pelita dalam kegelapan, laksana embun penyejuk dalam kehausan.
Atau aku hanya terpengaruh nyanyian itu sewaktu sd
‘Terpujilah engkau guru’ begitu bait pertama kudengar. Apakah masih teranggap terpuji?
Lihatlah oknum guru yang mencabuli muridnya
Lihalah foto bugil dan video mesum olehnya
Lihatlah !!!!!!
Beri celah antara pendidik dan orang suci yang diperbudak nafsu duniawi
Apa masih ada guru yang berdasar pengabdian?
Masihkan murid mengharap barokah darimu?
Masihkah ada ilmu dibalik semua kerahasiaan perintahmu?
Bukankah dulu teramat mulia?
Bukankah sama halnya kyai, wali atau bahkan nabi?
Kembalilah !!!
Kembalilah kepada niat mendidik sebagai perwujudan ilmu yang bermanfaat
Tak peduli bagaimana caramu mengajarkannya, namun bagaimana itu dapat mendidik. Ya, mendidik

#arogenji

Malu dan Kemaluan


Malu bukan kemaluan
kemaluan tumbuh mengikuti fisik sampai pada titik tertentu
malu tumbuh sebagai cerminan bertumbuhnya akal dan fikiran
Kemaluan dapat dijaga oleh rasa malu namun tak ada pengertian untuk sebaliknya
Malu-kemaluan
Kemaluan-malu
Apa kita harus melihat seberapa besar rasa malu dari kemaluannya?
Pemberian akal dan fikiran oleh tuhan untuk menjaga malu dan kemaluan
Jangan sampai ada pertanyaan kemana rasa malumu selagi kau masih punya kemaluan?

#arogenji

Senin, 06 Mei 2013

TERIAK

kau adalah bagian dari kami, kami pun bagian darimu. tapi mengapa harus berbeda?
ini adalah alasan mengapa pertanyaan memuncak layaknya libido perang anti peradilan oleh kaum bau. ketidakpercayaan terhadap hukum yang dibuat manusia yang memperbudak manusia.
hal yang biasa dilakukan golongan kanan ketika melihat penyalahan terhadap standart yang mereka anut.
atau golongan bawah yang murka terhadap persamaan tulis lima ayat yang hanya sekadar tulisan.
apakah kita hanya angin yang membawa bau dari pasar bercampur keringat sehingga pantas untuk diabaikan agar tak terbau?
atau pena yang ternyata berkarat tanpa sadar setelah menari dipasir gurun, tak elok lagi untuk menulis.
sampai sekarang masih banyak kutemui para kaum bau yang minder melihat deodoran berjalan.
bukan karena mahal tidaknya itu namun wangi yang menyengat kontras dengan keringat yang keluar.
sehingga para kaum bau semakin sempit sudut kemungkinannya 
dan akhirnya hilang karena lelah.
timbulah presepsi bahwa kemungkinan itu sama seperti tidak mungkin.
semangatku adalah.....
sekarang bangun
besok perang, dan
masa depan adalah kami.

Aro Genji