Minggu, 08 Juni 2014

NYENGIR

NYENGIR
temenku yg satu dukung jokowi, yang satu lagi dukung prabowo. sebenarnya sih mereka nggak ada niat untuk berdebat ato gimana, lha wong lagi asik ngobrol biasa ttg kampus, eh karena obrolannya agak nyrempet soal pemilu akhirnya mereka terlibat perdebatan sengit dengan argumen-argumen yg dilontarkan dengan agak retoris khas mahasiswa. aku sih nyengir aja lihatnya, karena emang aku nggak berminat buat debat/diskusi masalah gituan. singkat cerita,mereka akhirnya selesai dengan mungkin menahan rasa kesal terlihat dari wajah yg memerah. tapi satu yang aku mencoba menerjemahkan dari ekspresi mereka berdua yang kadang terlihat kesal, dan sedikit ada ekspresi meremehkan satu sama lain yaitu mereka berdua saling mengangga bahwa data yg mereka gunakan utk debat tadi masih kurang lengkap ato dengan kata lain, mereka saling menyuruh untuk belajar lagi tentang politik dan pengetahuan tentang calon yang mereka dukung.untungnya debat itu nggak sampe menimbulkan pertikaian diantara mereka berdua (bahasaku sedikit lebay, hehe). sekali lagi aku nyengir melihat mereka berdua.
santai genk, mereka(prabowo & jokowi) orang indonesia, dan kita pun orang indonesia,,podo sedulure. damai dan saling menghormati mungkin jauh lebih baik dari sekadar debat yang nggak ada juntrungannya. nggak ada standartnya juga orang dikatakan bener-bener faham akan politik dan pengetahuan tentang calon presiden itu. yang penting buat ntar pas waktu pemilu, kita paling nggak punya pengetahuan tentang siapa calon pemimpin kita, jadi jangan jadi pemilih yang bodoh.
#arogenji
#mahasiswadilarangtidakcerdas
#pemilihcerdas


Selasa, 20 Mei 2014

skrip sweet part 2

siang ini. aku bimbingan di ruang dosen. aku nunggu mulai pukul 10. emang banyak sih temennya yang nunggu, tapi ya yang namanya nunggu gimana lagi genk.,.nggak enak pasti., apalagi kalo nunggunya bareng adek angkatan yang jumlah bab skripsinya udah lebih banyakan dia daripada kita, kata orang jaman sekarang sih nusuk banget. tapi gapapalh., tetap staycool genk. masa iya sih senior kalah sama junior. hahaha
pukul 11 tepat, dosen pembimbingku akhirnya dateng. dengan raut muka yang udah capet, kelihatan sih dari bedaknya yang udah luntur kena keringat, beliau mempersilakan duduk dan akhirnya aku bimbingan. semua berjalan biasa sih, tapi nggak lama setelah mulai bimbingan. dosen disekitar meja dosbingku ngobrolin tentang politik. wah, keren nih, ternyata mereka juga tahu tentang politik. kirain cuma tahu buku sama mahasiswa mana yang kece. biasalah namanya juga dosen, apalagi cowok, setua apapun, mata juga bisa lihatlah mana mahasiswa yang kece sama yang kurang kece. haha
"iya buk, prabowo itu anak emasnya suharto, apalagi latarbelakang dia sebagai orang militer, pasti ntar pemerintahannya diktator", kata dosen cewek yang baru masuk ruangan mungkin abis ada kelas. nah ada dosen terlihat kalem dengan halus menimpali. "janganlah, semoga nggak prabowo yang jadi".
dosen pembimbingku nggak ketinggalan larut dalam obrolan itu, malahan pendapatnya tentang capres ikut menambah obrolan semakin seru. walaupun pas saat itu lagi bimbing skripsiku. yaa aku sih cuma senyum-senyum aja.
obrolan itu berlangsung lama, adalah sekitar 20 menitan. yang paling aku suka genk, dosenku bahasa arab cewek dengan gaya cueknya ngomong lantang kayak gini. "hallah, seng penting ki rakyat makmur, terserah siapa aja yang diatas, siapa yang jadi presidennya". ketawa riang dan rauk muka para dosen mengiyakan pendapat dari dosenku itu sekaligus menutup perbincangan singkat mereka tentang politik lebih tepatnya pilpres.

Aro Genji

Kamis, 01 Mei 2014

skrip sweet part 1

lama banget nggak nulis. biasa nih, lagi sibuk ngerjain skripsi. tapi nggak tiap hari sih, takut nggak muat ntar topiku gara-gara ukuran kepala tambah gede. ya...mungkin emang lagi males nulis aja trus kebetulan ada yang bisa disalahin yaitu skripsi.hehe
tapi aku belajar banyak hal dari ngerjain skripsi ini. perlu kalian ketahui, aku sekarang udah semester 10, tapi kalo diitung-itung sih cuma 9 semester karena waktu semester 8, aku cuti. ya biar kayak mahasiswa sibuk gitu pake cuti segala, tapi sebenarnya sih emang lagi males aja mau beranjak ketingkat skripsi yang banyak mahasiswa bilang skripshit.
pelajaran itu banyak banget seiring aku ngerjain skripsi, mulai dari nungguin dosen berjam-jam. ini serius genk. aku pernah nungguin dosen buat bimbingan itu dari jam tujuh pagi, baru ketemu dosennya jam sebelas, itu pun cuma ngasih tau kalo bimbingannya ntar aja jam satu. tapi karena emang udah niat sih mau gimana lagi, tetep sabar. aku juga mulai kenal apa itu psikologi karena emang skripsiku nyinggung-nyinggung soal gituan. gimana enggak, aku buat buku untuk anak tk dan itu otomatis mulai dari cover, tebal buku, font, warna, posisi gambar, dan tematik itu semua harus disesuaikan dengan umur dan psikologi anak. ya paling nggak tau lah gimana mbohongin anak biar dia mau nurut sama kita tapi ada muatan pelajarannya. weits,,keren nggak tuh.,.haha
pokoknya banyak banget lah pelajaran yang aku dapetin dari ngerjain skripsi,, ntar lain kali tak sambung lagi. tiba-tiba mood buat nulisnya keganggu sama emen yang ngajak maen remi. oke genk.

Aro Genji

Kamis, 26 Desember 2013

AKU MENULIS

Aku Menulis
Aku menulis karena ingin menceritakan kejadian yang telah aku lihat walaupun kejadian itu tak penting buatku. Jujur, aku terkadang melebihkan tulisanku dari kejadian yang sebenarnya, namun banyak pula yang memang kutulis dengan apa adanya.
Aku menulis karena aku tak bisa menggambar dengan baik.
Aku menulis karena takut ngomongnya.
Aku menulis karena ingin mengungkapkan rasa apapun itu yang ada di hati. Namun tidak untuk kisah asmara dan hal-hal yang bersifat pribadi seperti keluarga. aku menulis seperti perasaan kebanggaan, sedih, tapi biasanya kekecewaan.
Aku menulis untuk menyindir.
Aku sering menulis hanya beberapa kalimat saja karena memang yang terlintas dipikanku cuma itu. Itu biasa kulakukan untuk menulis status di facebook.
Aku sering kurang percaya diri karena setiap selesai menulis baru aku sadari kalau tulisanku ternyata ‘wagu’. Aku suka dikritik untuk tulisanku namun cukup aku mengetahui kekurangannya saja dan tak untuk mengubah tulisanku itu. mungkin untuk tulisan selanjutnya baru aku memperhatikan saran dan kritik pada tulisanku.
Aku menulis karena membaca beberapa tulisan dan oleh karenanya aku bisa menulis. Jadi tidak semua tulisanku muncul dari pikiran asliku.
Ya, aku menulis karena aku ingin menulis. Ketika sedang tak ingin menulis ya aku tak mampu menulis.
Seperti saat ini, aku menulis ‘akumenulis’ karena memang aku ingin menulis ini. Ide ini muncul Cuma karena aku melihat salah satu folder yang ada di local disc D namanya ‘tulisanku’.

Aro Genji

Senin, 25 November 2013

Aku Menyayangimu Karena Kau Manusia #GusMus (Simbah Kakung)

Aku menyayangimu karena kau manusia 
Tapi kalau kau sewenang wenang kepada manusia
Aku akan menentangmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau memerangi manusia
Aku akan mengutukmu
Karena aku manusia

Aku menyayangimu karena kau manusia
Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan
Aku akan melawanmu
Karena aku manusia

Aku akan tetap menyayangimu
Karena kau tetap manusia
Karena aku manusia


Senin, 02 September 2013

Mahasiswa Sinting

Setiap hari melihat banyak orang yang bergerak mencari uang untuk kelangsungan hidup. Memang tidak bisa dipungkiri uang adalah segalanya karena mereka berfikir logis, hanya orang yang sinting menganggap uang bukan segalanya. Orang sinting yang mempunyai kepercayaan tinggi untuk menomor sekiankan uang. Lalu aku harus mengikuti yang siapa?
Mungkin karena uang sebagai syarat untuk kelangsungan hiduplah yang menjadi alasan mengapa banyak kekacauan sosial yang terjadi disekitar kita. Hilang semua kepedulian terhadap sesama dan bahkan orang menjadi berfikiran pendek untuk masa depannya. Ya, hanya masa depannya. Lalu aku sebagai mahasiswa bolehkah berfikiran seperti itu? bagaimana meyakinkan diriku sendiri tentang aku adalah bagian dari orang yang bisa menyelesaikan masalah itu? dan siapa yang akan peduli terhadap masa depan kita?
Fase mahasiswa adalah fase yang menjengkelkan buatku. Banyak mimpi yang kuingin gapai dan baru muncul ketika menjadi mahasiswa, namun tidak sedikit pula yang lalu mengabaikan mimpi itu setelah tidak lagi menjadi mahasiswa. Contoh kecil saja koruptor negeri ini. Dulu mereka mahasiswa yang menghabiskan waktu dan suara mereka untuk berteriak menyerukan anti korupsi dan berangan akan membumihanguskan koruptor tapi nyatanya sekarang dia menjadi koruptor.
Memang tidak semua mahasiswa munafik seperti itu. banyak juga kog yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama pembangganya dan masih bisa ikut berkontribusi dengan ilmu yang ia dapatkan.
Sekali lagi aku harus seperti apa?bukankah kontribusi tidak hanya lewat bidang akademik saja? Mengapa semua harus diarahkan ke bidang akademik? Bukankah ilmu itu luas? Atau memang harus dibatasi dengan nilai dan angka saja.
Apakah kita mesti mengikuti alur yaitu mencari uang dulu yang banyak, layakkan hidup kita, baru berkontribusi dengan apa yang kita punya? Lalu, mengapa kita harus melewati fase menjadi mahasiswa dulu?
Malahan aku menjadi sinting sendiri memikirkan hal ini. Muncul ide gila. Jika saja orang yang semakin peduli dengan sesama, semakin banyak pula uang yang ia dapat. Hahaha
Bagaimana sistem dan penerapannya, mari menjadi orang sinting dan percaya dulu. Nanti akan terwujud entah dengan cara yang bagaimana. hahaha

#aro genji